1. Inti Besar Penelitian Kualitatif
Menurut penjelasan beliau:
- Kualitatif = penelitian berbasis data lapangan
- Data diperoleh dari:
- wawancara mendalam
- observasi partisipan
- dokumentasi
- Peneliti mencari:
- fenomena unik
- masalah unik
- potensi unik
- Teori bukan dipaksakan dari awal, tetapi dibangun dari data lapangan
Ini disebut:
Pola Induktif
Artinya:
dari data → menjadi konsep → menjadi teori
Bukan:
teori dulu → dipaksakan ke lapangan
Karena itu penelitian kualitatif sifatnya:
- natural/alami
- mendalam
- fleksibel
- fokus pada makna
2. Judul Penelitian Kualitatif
Prof menjelaskan bahwa judul ideal memiliki 5 komponen:
| Komponen | Penjelasan |
|---|---|
| Pola | strategi, model, manajemen, budaya, dll |
| Subjek Mayor | pelaku utama |
| Subjek Minor | tujuan/objek yang dipengaruhi |
| Tempat | lokasi penelitian |
| Waktu | tahun/periode |
Contoh yang kamu tulis:
Strategi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam di MAN 1 Wonogiri
Belum lengkap karena:
- waktu belum ada
Maka diperbaiki menjadi:
Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam di MAN 1 Wonogiri Tahun 2026
Rinciannya:
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Pola | Strategi Kepemimpinan |
| Subjek Mayor | Kepala Madrasah |
| Subjek Minor | Kualitas Pendidikan Islam |
| Tempat | MAN 1 Wonogiri |
| Waktu | Tahun 2026 |
3. Fokus Penelitian dalam Kualitatif
Kalau kuantitatif:
- memakai “pembatasan masalah”
Kalau kualitatif:
- memakai “fokus penelitian”
Karena kualitatif mencari:
- yang paling unik
- paling menonjol
- paling menarik
Fokus itu ditemukan dari lapangan, bukan dari angan-angan.
Contoh:
Awalnya ingin meneliti kualitas pendidikan.
Setelah observasi ternyata yang unik:
- budaya tahajud siswa
- kepemimpinan spiritual kepala sekolah
- pembiasaan adab
Nah itu bisa jadi fokus penelitian.
4. Pertanyaan Penelitian
Prof menekankan:
Jangan memakai rumusan masalah seperti kuantitatif
Karena:
- “masalah” terkesan negatif
- padahal kualitatif bisa berangkat dari potensi
Maka dipakai:
Pertanyaan Penelitian
Contoh salah:
- Apakah strategi kepala madrasah efektif?
Karena jawabannya:
- ya / tidak
Ini harus dihindari.
Pertanyaan yang benar
Gunakan:
- bagaimana
- mengapa
Karena jawabannya mendalam.
Contoh:
- Bagaimana strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di MAN 1 Wonogiri?
- Mengapa strategi kepemimpinan tersebut mampu meningkatkan kualitas pendidikan Islam?
“Mengapa” dianggap derajat paling tinggi karena lebih analitis.
5. Falsafah Pohon
Ini penjelasan Prof yang sangat penting.
Judul = batang pohon
Bab = cabang
Pertanyaan penelitian = ranting
Artinya:
- semuanya harus nyambung
- tidak boleh keluar tema
Kalau judul umum:
maka pertanyaan harus lebih spesifik.
Jangan sama persis.
6. Tujuan Penelitian Kualitatif S3
Beliau menekankan:
untuk doktor (S3), tujuan penelitian harus lebih tinggi.
Bukan hanya:
- mengetahui
- memahami
Tetapi:
- merumuskan
- membangun
- menciptakan teori baru
Contoh:
Merumuskan teori kepemimpinan spiritual kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam.
Ini level doktoral.
7. Penelitian Kualitatif Tidak Mengenal Variabel
Ini penting sekali.
Dalam kuantitatif:
- ada variabel X dan Y
Dalam kualitatif:
- tidak ada variabel
- yang ada hubungan interaktif/resiprokal
Karena realitas sosial tidak sesederhana angka.
8. Grand Theory
Sebelum turun ke lapangan:
peneliti wajib menguasai teori besar terkait tema.
Misalnya tema:
- kepemimpinan pendidikan Islam
Maka harus paham:
- teori kepemimpinan
- teori pendidikan Islam
- teori manajemen pendidikan
Kalau tidak menguasai teori:
- bingung saat wawancara
- pertanyaan tidak tajam
9. Penelitian Terdahulu
Ideal menurut Prof:
| Jenjang | Jumlah |
|---|---|
| Skripsi | ±10 |
| Tesis | ±20 |
| Disertasi | ±30 |
Tujuannya:
- melihat gap penelitian
- menemukan kebaruan
- mencari teori baru
10. Jenis Penelitian
Beliau membedakan:
Berdasarkan pendekatan
- kualitatif
- kuantitatif
- mixed method
Berdasarkan tempat
- field research (lapangan)
- library research
- laboratorium
Berdasarkan kedalaman
- studi kasus
- etnografi
- fenomenologi
11. Pendekatan Kualitatif
Contoh:
| Pendekatan | Fokus |
|---|---|
| Etnografi | budaya |
| Fenomenologi | pengalaman hidup |
| Studi kasus | kasus mendalam |
| Naratif | cerita informan |
12. Informan dalam Kualitatif
Bukan responden.
Karena:
- responden hanya menjawab
- informan memberi informasi mendalam
Kriteria informan:
- paling tahu
- paling terlibat
- paling siap diwawancarai
13. Sampling Kualitatif
Tidak ada populasi.
Karena:
kualitatif tidak mengejar generalisasi statistik.
Yang dicari:
- kedalaman informasi
Maka memakai:
- purposive sampling
- snowball sampling
- time sampling
14. Teknik Pengumpulan Data
Yang paling populer:
1. Wawancara mendalam
Pertanyaan berkembang terus.
2. Observasi partisipan
Peneliti ikut terlibat.
3. Dokumentasi
Foto, arsip, catatan, dll.
Tambahan:
- FGD
- catatan lapangan
15. Keabsahan Data
Supaya penelitian valid.
Kredibilitas
Caranya:
- triangulasi
- perpanjangan penelitian
- diskusi sejawat
- ketekunan pengamatan
- kecukupan referensi
Triangulasi yang paling populer
1. Triangulasi sumber
Crosscheck:
- orang
- kegiatan
- dokumen
2. Triangulasi teknik
Crosscheck:
- wawancara
- observasi
- dokumentasi
16. Dependability dan Confirmability
Dependability
Kalau penelitian diulang:
hasil relatif sama.
Confirmability
Hasil benar-benar berasal dari data,
bukan opini peneliti.
17. Kesimpulan Besar Pemikiran Prof Mujamil
Inti pemikiran beliau:
Penelitian kualitatif adalah:
- ilmiah
- berbasis realitas lapangan
- menemukan keunikan fenomena
- membangun teori dari data
- bukan sekadar menguji teori
Jadi peneliti harus:
- banyak turun lapangan
- peka terhadap fenomena unik
- mendalam menggali data
- mampu menyusun teori baru
Itulah ciri penelitian doktoral kualitatif menurut beliau.