Penjelasan Prof. Mujamil Qomar sebenarnya sedang menekankan bahwa penelitian kualitatif itu bukan sekadar teori, tetapi penelitian yang benar-benar lahir dari kenyataan lapangan.

1. Inti Besar Penelitian Kualitatif

Menurut penjelasan beliau:

  • Kualitatif = penelitian berbasis data lapangan
  • Data diperoleh dari:
    • wawancara mendalam
    • observasi partisipan
    • dokumentasi
  • Peneliti mencari:
    • fenomena unik
    • masalah unik
    • potensi unik
  • Teori bukan dipaksakan dari awal, tetapi dibangun dari data lapangan

Ini disebut:

Pola Induktif

Artinya:

dari data → menjadi konsep → menjadi teori

Bukan:

teori dulu → dipaksakan ke lapangan

Karena itu penelitian kualitatif sifatnya:

  • natural/alami
  • mendalam
  • fleksibel
  • fokus pada makna

2. Judul Penelitian Kualitatif

Prof menjelaskan bahwa judul ideal memiliki 5 komponen:

KomponenPenjelasan
Polastrategi, model, manajemen, budaya, dll
Subjek Mayorpelaku utama
Subjek Minortujuan/objek yang dipengaruhi
Tempatlokasi penelitian
Waktutahun/periode

Contoh yang kamu tulis:

Strategi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam di MAN 1 Wonogiri

Belum lengkap karena:

  • waktu belum ada

Maka diperbaiki menjadi:

Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam di MAN 1 Wonogiri Tahun 2026

Rinciannya:

BagianIsi
PolaStrategi Kepemimpinan
Subjek MayorKepala Madrasah
Subjek MinorKualitas Pendidikan Islam
TempatMAN 1 Wonogiri
WaktuTahun 2026

3. Fokus Penelitian dalam Kualitatif

Kalau kuantitatif:

  • memakai “pembatasan masalah”

Kalau kualitatif:

  • memakai “fokus penelitian”

Karena kualitatif mencari:

  • yang paling unik
  • paling menonjol
  • paling menarik

Fokus itu ditemukan dari lapangan, bukan dari angan-angan.

Contoh:
Awalnya ingin meneliti kualitas pendidikan.

Setelah observasi ternyata yang unik:

  • budaya tahajud siswa
  • kepemimpinan spiritual kepala sekolah
  • pembiasaan adab

Nah itu bisa jadi fokus penelitian.

4. Pertanyaan Penelitian

Prof menekankan:

Jangan memakai rumusan masalah seperti kuantitatif

Karena:

  • “masalah” terkesan negatif
  • padahal kualitatif bisa berangkat dari potensi

Maka dipakai:

Pertanyaan Penelitian

Contoh salah:

  • Apakah strategi kepala madrasah efektif?

Karena jawabannya:

  • ya / tidak

Ini harus dihindari.

Pertanyaan yang benar

Gunakan:

  • bagaimana
  • mengapa

Karena jawabannya mendalam.

Contoh:

  1. Bagaimana strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di MAN 1 Wonogiri?
  2. Mengapa strategi kepemimpinan tersebut mampu meningkatkan kualitas pendidikan Islam?

“Mengapa” dianggap derajat paling tinggi karena lebih analitis.

5. Falsafah Pohon

Ini penjelasan Prof yang sangat penting.

Judul = batang pohon

Bab = cabang

Pertanyaan penelitian = ranting

Artinya:

  • semuanya harus nyambung
  • tidak boleh keluar tema

Kalau judul umum:
maka pertanyaan harus lebih spesifik.

Jangan sama persis.

6. Tujuan Penelitian Kualitatif S3

Beliau menekankan:
untuk doktor (S3), tujuan penelitian harus lebih tinggi.

Bukan hanya:

  • mengetahui
  • memahami

Tetapi:

  • merumuskan
  • membangun
  • menciptakan teori baru

Contoh:

Merumuskan teori kepemimpinan spiritual kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam.

Ini level doktoral.

7. Penelitian Kualitatif Tidak Mengenal Variabel

Ini penting sekali.

Dalam kuantitatif:

  • ada variabel X dan Y

Dalam kualitatif:

  • tidak ada variabel
  • yang ada hubungan interaktif/resiprokal

Karena realitas sosial tidak sesederhana angka.

8. Grand Theory

Sebelum turun ke lapangan:
peneliti wajib menguasai teori besar terkait tema.

Misalnya tema:

  • kepemimpinan pendidikan Islam

Maka harus paham:

  • teori kepemimpinan
  • teori pendidikan Islam
  • teori manajemen pendidikan

Kalau tidak menguasai teori:

  • bingung saat wawancara
  • pertanyaan tidak tajam

9. Penelitian Terdahulu

Ideal menurut Prof:

JenjangJumlah
Skripsi±10
Tesis±20
Disertasi±30

Tujuannya:

  • melihat gap penelitian
  • menemukan kebaruan
  • mencari teori baru

10. Jenis Penelitian

Beliau membedakan:

Berdasarkan pendekatan

  • kualitatif
  • kuantitatif
  • mixed method

Berdasarkan tempat

  • field research (lapangan)
  • library research
  • laboratorium

Berdasarkan kedalaman

  • studi kasus
  • etnografi
  • fenomenologi

11. Pendekatan Kualitatif

Contoh:

PendekatanFokus
Etnografibudaya
Fenomenologipengalaman hidup
Studi kasuskasus mendalam
Naratifcerita informan

12. Informan dalam Kualitatif

Bukan responden.

Karena:

  • responden hanya menjawab
  • informan memberi informasi mendalam

Kriteria informan:

  • paling tahu
  • paling terlibat
  • paling siap diwawancarai

13. Sampling Kualitatif

Tidak ada populasi.

Karena:
kualitatif tidak mengejar generalisasi statistik.

Yang dicari:

  • kedalaman informasi

Maka memakai:

  • purposive sampling
  • snowball sampling
  • time sampling

14. Teknik Pengumpulan Data

Yang paling populer:

1. Wawancara mendalam

Pertanyaan berkembang terus.

2. Observasi partisipan

Peneliti ikut terlibat.

3. Dokumentasi

Foto, arsip, catatan, dll.

Tambahan:

  • FGD
  • catatan lapangan

15. Keabsahan Data

Supaya penelitian valid.

Kredibilitas

Caranya:

  • triangulasi
  • perpanjangan penelitian
  • diskusi sejawat
  • ketekunan pengamatan
  • kecukupan referensi

Triangulasi yang paling populer

1. Triangulasi sumber

Crosscheck:

  • orang
  • kegiatan
  • dokumen

2. Triangulasi teknik

Crosscheck:

  • wawancara
  • observasi
  • dokumentasi

16. Dependability dan Confirmability

Dependability

Kalau penelitian diulang:
hasil relatif sama.

Confirmability

Hasil benar-benar berasal dari data,
bukan opini peneliti.

17. Kesimpulan Besar Pemikiran Prof Mujamil

Inti pemikiran beliau:

Penelitian kualitatif adalah:

  • ilmiah
  • berbasis realitas lapangan
  • menemukan keunikan fenomena
  • membangun teori dari data
  • bukan sekadar menguji teori

Jadi peneliti harus:

  • banyak turun lapangan
  • peka terhadap fenomena unik
  • mendalam menggali data
  • mampu menyusun teori baru

Itulah ciri penelitian doktoral kualitatif menurut beliau.